Rabu, 11 Maret 2009

A Good Reminder for us as Parents

Sumber: Disadur dari "Tulang Rusuk", oleh Michael,
diadaptasioleh Ev. Sugeng Wiguno

Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balikmelangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada.Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbak yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan tidak digubrisnya.Pukul 18.30. Tinnn........... Tiiiinnnnn.............. !!Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang!Dilihatnya dua orang yang sangat dicintainya itu masuk kerumah.Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu menghempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala. Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkahbagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang."Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan Mama. Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mananya yang sakit?Mam, mana yang sakit?"Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama,mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi.Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar.Bingung. Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa?Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan. Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya.Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie menggangguMama? Cassie tidak boleh sayang Mama?

Berbagai peristiwa sejenis terjadi. Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi.Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.TIN TIIIN ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja.Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu.Menghilang dari pandangan. "Cassie mana?". "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya."Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknyatidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apasalahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidaktahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam. Dari jauh. Dari tempat dimana ia tidak akan terluka.Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?

3 komentar:

Arman mengatakan...

nice story...

Fun mengatakan...

wuaaahhh kalo baca postingan ini, serasa berpikir ga salah juga anaknya bertindak seperti itu...dulunya juga digituin.. hmmm... thanks for sharing.. :)

Something To Remember mengatakan...

hai...salam kenal yach...
emang yach kadang tanpa kita sadari terkadang kita juga seperti itu...apalagi kalo di kantor lg banyak kerjaan...baca postingan ini aq jadi terharu deh :( n jadi pengen cepet2 pulang n meluk anakku :)